PROPOSAL PENELITIAN
MEMAKNAI HOROK - HOROK
Tinjauan Nilai Historis Dan Pengaruh Penguatan
Mempertahankan Ciri Khas Dimasyarakat Jepara
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Metode Penelitian
Dosen Pengampu : Kholil Lur
Rochman, S.Ag, M.S.I.
Disusun oleh:
Nama :
Muhammad Nurohim
NIM :
3201130
Fakultas :
Dakwah
Semester
:
3
INSTITUT ISLAM NAHDLATUL ULAMA
JEPARA
MEMAKNAI HOROK - HOROK
Tinjauan Nilai Historis Dan Pengaruh Penguatan Mempertahankan Ciri Khas
Dimasyarakat Jepara
Oleh : Muhammad Nurohim
A.
Latar Belakang Masalah
Beragam
makanan[1]
yang ada di negeri indonesia ini sangat beraneka sesuai dengan daerah, bahkan
masing - masing daerah mempunyai beragam jenis makanan. Begitu halnya daerah –
daerah di Provinsi Jawa Tengah, khususnya membahas tentang keaneka ragaman
makanan khas Kabupaten Jepara.
Kabupaten Jepara, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa
Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut
Jawa di barat dan utara, Kabupaten
Pati dan Kabupaten Kudus di timur, serta Kabupaten
Demak di selatan. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yang berada di Laut Jawa. Provinsi jawa tengah yang beribukota semarang memiliki banyak sekali
kuliner khas yang nikmat, kita pasti tau lumpia di Semarang dan masih banyak lagi. Kini giliran
saya coba hadirkan kuliner khas dari Jepara[2]. Banyak
sajian kuliner Jepara yang sangat dipengaruhi oleh budaya Jawa yang gemar
menyantap makanan yang mengandung santan, dan bahkan masih banyak makanan khas
Jepara lainnya.
Berikut ini beberapa makanan khas Jepara,
horok-horok adalah makanan yang sangat langka dan hanya ditemukan di
jepara ini dibuat dengan bahan baku sagu. dengan cara pembuatan yang cukup aneh
yaitu menggunakan sisir rambut. bentuknya seperti busa sterofom yang kenyal
dengan rasa sedikit asin. biasanya dimakan sebagai campuran bakso, gado-gado,
ataupun lainnya. Horok-Horok Janganan adalah Horok-horok diberi
sayur-sayuran seperti: Daun Bayam, Toge, Kacang Panjang, bong (bambu muda), danh
lain lain, lalu di beri sambal kacang. Horok-Horok Cecek adalah Horok-horok yang dimakan dengan lauk cecek (Seperti Sate
Kulit).
Pindang
Serani adalah Pindang Serani ada di daerah Mayong. Rondo Royal[3]
(Monyos) adalah tape goreng yang dibungkus tepung. Klenyem (Lempok) adalah ketela parut goreng isi gula merah.
Kenyol (Gantilut) adalah ketela parut dibungkus daun
pisang dan tengahnya diisi gula merah, cara masak dikukus. Nogosari adalah tepung dibungkus daun pisang dan tengahnya
diisi buah pisang masak, cara masak dikukus.
Dan juga memiliki
lainya seperti Moto Belong[4]
adalah ketela parut dibungkus daun pisang dan tengahnya diisi buah pisang
masak, cara masak dikukus, dan disajikan dengan cara dipotong-potong agak
miring menyerupai bola mata dan dimakan dengan kelapa yang diparut dicampur
sedikit gula. Poci adalah tepung dari ketan
yang dibungkus daun pisang dan dibentuk kerucut diisi campuran kelapa parut dan
gula merah. Kuluban adalah urap-urap dengan
nangka muda, kacang panjang dan daun mudanya, tauge mentah, dan buah petai,
disajikan mentahan. Pecel Ikan Laut Panggang adalah
ikan laut bakar dengan bumbu sambal santan kelapa. Bontosan adalah adonan krupuk ikan tenggiri dalam bentuk
gelondongan dan sudah dikukus. Sate Udang dan
Sate Kerbau. Terasi Jepara. Kacang Oven, Kacang Jepara
adalah Kacang tanah yang masih ada kulitnya alias belum di kupas kulitnya, di
sangrai dengan pasir putih sampai warna kulit kacang menjadi kehitaman, Durian
Petruk (Durio Zybethinus Kultivar Petruk), Jeruk
Jepara (Limnocitrus Littoralis (miq) Swingle). Gereh
Iwak Teri adalah Ikan teri yang dijadikan semacam ikan asin, kebanyakan dari
pulau karimunjawa. Latuh/Lato adalah sejenis
rumput laut, enak dimakan dalam keadaan segar, dan konon bisa menyembuhkan
radang tenggorok, amandel. Tempong (blenyik) adalah
ikan teri mentah yang dikeringkan, bentuknya seperti bakwan. Sutet adalah Susu Telor Tegangan Tinggi.
Salah satu kuliner Jepara yang paling khas
adalah horok-horok, Saat ini horok-horok sudah semakin jarang ditemukan karena sulitnya
memperoleh bahan baku yang terbuat dari tepung sagu pohon aren[5]. Para pengrajin Tepung aren ini banyak diproduksi di Kecamatan
Kedung Jepara. Kadang untuk mendatangkan batang aren, para perajin horok-horok
mencari bahan baku hingga keluar daerah sampai berburu ke luar daerah seperti
Blora, Pati, hingga Rembang dengan diangkut mobil truk. Tepung aren didapatkan
melalui proses penggilingan. Setelah tepung basah diperoleh, kemudian dijemur
agar kering.
Dalam
bahasa sehari-hari pemakaian istilah”tepung” dan “aci” kadang-kadang dikacaukanatau
tidak dibedakan. Karena itu dalam buku ini diberikan batasan pada kedua istilah
tersebut. “Tepung”(flour) adalah bubuk yang berasal dari biji-bijian
yang dihancurkan atau digiling sampai halus, sepi tepung terigu berasal dari
biji gandum,tepung beras dari biji padi dan sebagainya. Sedangkan yang disebut
“aci” adalah suatu bentuk bubuk yang di hasilkan dengan mengekstrasi pati dari
umbi atau empulur batang, seperti aci umbi kayu atau tapioka, aci garut dari
umbi garut, aci sagu dari batang sagu dan sebagainya. Untuk mendapatkan aci
harus menggunakan media air, supaya pati terlepas dari serat dan karena
menggunakan air dalam memperoleh aci sagu maka komponen-komponen lain yang
dapat larut dalam air akan hilang[6].
Horok-horok jenis makanan ringan[7], horok-horok makanan yang tergolong langka, di karenakan horok-horok umumnya hanya ditemukan di Jepara, Sulit
bahkan tidak dapat ditemukan didaerah lain di luar Jepara. Horok-horok makanan yang unik, bukan hanya karena rasanya tetapi juga karena cara membuatnya yang menggunakan sisir rambut, dan bentuknya menjadi mirip dengan gabus atau sterofom yang kenyal dan
sedikit asin. Membuatnya secara garis besar dari tepung aren setelah tepung
aren dibersihkan, kemudian dikukus beberapa waktu hingga matang. Setelah didinginkan, jadilah
horok-horok dengan tekstur yang
kenyal dan terasa asin.
Cara menyantap horok-horok biasanya dimakan bersama bakso, soto,
gulai, gado-gado, pecel (sayur pecel), cecek (sate kulit) dan sate kikil. Selain dengan cara tersebut horok-horok bisa juga disantap bersama bubur atau es degan[8]. Walaupun horok-horok termasuk makanan yang langka, kita akan dengan
mudah menemukannya saat ramadhan, ini karena horok-horok jadi salah satu takjil atau makanan berbuka
sebagai teman minum berbuka puasa. jadi waktu yang tepat untuk menemukan
makanan ini adalah saat bulan ramadhan dan juga diwarung makan yang menjual bakso, soto,
gulai, gado-gado, pecel (sayur pecel), sate cecek (sate kulit) dan sate kikil, yang hanya
bisa temukan di jepara dan sekitarnya.
B.
Pokok Masalah
Dari deskripsi pada latar belakang diatas, penulis
mempunyai gambaran masyarakat Jepara harus memahami bagaimana cara untuk
mempertahankan makanan khas dan keunikan tersebut, maka timbul pertanyaan
bagaimana caranya pembuatannya yang unik tersebut ? dan bagaimana awal
munculnya kenapa hanya dijepara saja ? nilai historis apa yang terkadung dalam
makna bentuknya horok-horok dan kenapa penamaannya horok-horok ?
C.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.
Tujuan
Bedasarkan pokok
masalah diatas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai oleh penulis adalah
:
a.
Untuk
mengetahui keunikan pembuatannya benarkah dengan sisir rambut dan juga proses
membuatnya .
b.
Untuk
mengetahui sejarah awal horok-horok dan perkembangannya.
2.
Manfaat
Dari penelitian
yang akan dilaksanakan akan dapat diperoleh beberapa manfaat baik secara
praktis maupun teoritis. Adapun uraiannya adalah sebagai berikut :
a.
Secara praktis
Secara praktis penelitian ini bermanfaat sebagai bahan masukan
kepada masyarakat bahwasanya keciri khasan jangan sampai luntur dan hilang,
bahkan sampai diakui oleh orang lain, daerah lain dan bahkan Negara lain.
b.
Secara teoritis
Secara teoritis
penelitian ini bermanfaat sebagai penambah wawasan karena dengan adanya
penelitian ini penulis dapat mengetahui tentang horok-horok dan bagaimana awal
munculnya kenapa hanya dijepara saja. Disamping itu dengan adanya penelitian
ini dapat menambah kepustakaan terutama tentang makanan khas jepara.
D.
Tinjauan
Pustaka
Dari hasil survai di
google suada ada beberapa penelitian dan artikel tentang makanan khas, secara
umum penelitian tentang makanan khas horok-horok belum dilakukan. Sedangkan
tentang makanan khas sebelunya suda ada diantaranya adalah pertama : Studi Pengembangan Resep Baku Ayam Bakar Taliwang (Makanan Khas Lombok)
dalm penelitian ini secara garis besar menjelaskan keaneka ragaman masakan dan
makanan khas lombok yang di titiberatkan kepada Ayam bakar didaerah Taliwang.
(http://www.Karya-ilmiah.um.ac.id/index.php /TIndustri
/article/view/8630). Kedua : skripsi yang berjudul, Sikap Pemimpin
Bisnis Makanan Khas Jawa Timur Terhadap Eksternal Perusahaa,
dari (http://www. Digilib.petra.ac.id). hasil penelitian ini
metitiberatkan tentang bagaimana menjadi pemimpin untuk mempertahankan makana
khas jawa timur.
Ketiga, Studi :Mengunyah
Lebih Banyak Dapat Menurunkan Asupan Kalori, (http://www.konsumtif.blogspot.com/2011/08/studi-mengunyah-lebih-banyak-dapat.html). Dalam penelitian ini menyajikan tentang
kesehatan dalam memakan makanan yang sehat, dijelaskan juga bahwa makanan yang
sehat terdapat di makanan khas daerah.
-
Horok-horok, Adon-adon Coro Kuliner
Khas Jepara, Published Date, Written oleh Super User Hits: 67.
Dari beberapa
penelitian yang telah ada, belum ada satu pun penelitian yang meneliti tentang memaknai horok-horok tinjauan nilai historis dan pengaruh penguatan mempertahankan cirri
khas dimasyarakat jepara. Oleh karena itu penulis memilih hal itu untuk
diteliti.
E.
Metode
Penelitian
Sebelum kita mengetahui tentang metode yang
digunakan oleh peneliti, alangkah baiknya jika kita mengetahui apa itu metode
penelitian. Metode penelitian adalah suatu cara yang dilakuakan secara runtut
dalam melakukan penelitian, yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu
penelitian itu dilakukan.
1. Jenis Penelitian
Seperti yang diterangkan diatas bahwa metode
penelitian adalah suatu cara yang runtut yang dilakukan oleh peneliti dalam
melakukan penelitian. Secara umum jenis penelitian ada tiga yaitu kualitatif,
kuantitatif, kualitatif naturalistic, hermeneutika dan semiotik.
Penelitian
kuantitafif adalah penelitian yang tidak mementingkan kedalaman data,
penelitian kuantitatif tidak terlalu menitikberatkan pada kedalaman data, yang
penting dapat merekam data sebanyak-banyaknya dari populasi yang luas. Walaupun
populasi penelitian besar, tetapi dengan mudah dapat dinalisis, baik melalui rumus-rumus
statistik maupun komputer. Jadi pemecahan masalahnya didominasi oleh peran
statistik. Sedangkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang pemecahan
masalahnya dengan menggunakan data empiris[9].
Sedangkan penelitian kualitatif naturalistik
adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan cara memadukan antara penelitian
kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan cara memadukan
antara data lapangan dengan orasi buku atau pemikiran. Adapun penelitian yang
digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian kuantitatif.
Selain
dengan tiga cara penelitian diatas tersebut, peneliti juga menerapkan dangan
cara Hermeneutika[10].
Dari
hermeneutika, metode ini meminjam gagasan bahwa semua pemahaman itu
dikondisianalkan oleh pengetahuan sebelumnya yang dimiliki interpreter dan
bahwa pemahaman itu diperlias melalui interprestasi dan, dengan demikian,
menciptakan kondisi-kondisi baru bagi pemahaman (lingkaran hermeneutic).
Apabola dilihat dengan cara seperti ini, kita bias memandang prosedur analitis
berangkai sebagai sebuah kasus khusus dalam lingkaran hermeneutic[11].
Dan metode lain yang peneliti terrapkn yaitu
semiotic ”semiotic memandang bahasahanya sebagai salah satu dari banyak
kemungkinan system tanda yang memiliki kompleksitas, aplikabilitas danstandar
yang berbeda-beda”[12].
2.
Lokasi dan
objek
Lokasi yang
digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian adalah di desa menganti,
bugel, jondang, wanusobo, sowan lor, nama desa tersebut terdapat dikecamatan
kedung kabupaten Jepara. Kecamatan kedung merupakan daerah pesisir utara
perbatasan dengan kabupaten Demak.
Perjalanan yang
ditempuh peneliti dari domisili peneliti sampai lokasi berkisar antara 2 - 5
km. Perjalanan dilakukan peneliti dengan menggunakan sepada montor.
Penelitian
yang akan dilakukan ini lebih menitik beratkan penelitianan kepada pengrajin
sagu aren, para pembuat horok-horok dan tokoh masyarakat.
3.
Metode
Pengumpulan Data
Sebelum kita
tahu tentang metode yang digunakan oleh penulis dalam melakukan penelitian,
tentunya kita harus terlebih dahulu tahu apa itu metode pengumpulan data.
Menurut kamus bahasa Indonesia Metode adalah cara yang telah diatur dan
berpikir baik-baik untuk mencapai sesuatu maksud dalam ilmu pengetahuan dan
sebagainya[13].
Sedangkan pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk
memperoleh data yang diperlukan[14].
Jadi dapat disimpulkan bahwa metode pengumpulan data adalah suatu cara yang
sistematis dan standar untuk memperoleh data yang dilakukan. Dalam hal ini
penulis mengunakan 2 (dua) cara, yaitu observasi dan interview.
a.
Observasi
Teknik
ini menuntut adanya pengamatan dari si peneliti baik secara langsung atau tidak
langsung terhadap objek penelitiannya. Instrumen yang dipakai dapat berupa
lembar pengamatan, panduan pengamatan, dan lainnya[15].
Observasi ini akan dilakukan oleh peneliti pada :
1)
Minggu ke 3
bulan November 2012
Pada
kesempatan ini peneliti akan menemui warga desa menganti yang umurnya sudah tua
untuk mengetahui cara membuat horok – horok dan sejarahnya.
2)
Minggu ke 1
bulan desember 2012
Pada
kesempatan ini peneliti akan menemui keluarga bu ninik desa sowan lor untuk
mengetahui informasi terkait dengan sejarah asal usul dan nama horok-horok.
3)
Minggu ke 2
bulan desember 2012
Pada
kesempatan ini peneliti akan menemui pak karjo warga desa bugel, pengrajin dan
pencari terpung sagu pohon aren. Bahan baku utama pembuat horok – horok.
4)
Minggu ke 3
bulan desember 2012
Pada
kesempatan ini peneliti akan menemui keluarga pak tarmo warga desa wanusobo
untuk mengetahui bagai mana cara mempertahankan tradisi pembuatan horok – horok.
5)
Minggu ke 4
bulan desember 2012
Pada
kesempatan ini peneliti akan menemui bu tariyem menanyakan tentang keuknikan
dan asal mula horok-horok di Jepara.
b.
Interview
Interview atau wawancara merupakan
salah satu pengumpulan data dengan jalan komunikasi, yakni dengan kontak atau
hubungan pribadi antara pengumpul data (pewawancara) dengan sumber data
(responden). Komunikasi tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun tidak
langsung[16]
4.
Metode Analisis
Data
Analisis data
adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari
hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah
dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data
dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit,
melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang
akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang
lain[17].
Metode analisis data yang digunakan oleh penulis dalam melakukan penelitian
adalah menggunakan metode analisis data deskriptif, Hermeneutika, semeotika. Metode deskriptif adalah sebuah metode yang
mendeskripsikan dan menafsirkan data yang ada[18]. Metode ini bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subjek
penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari kelompok subjek
yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesis[19].
Hermeunitika adalah
F.
Sistematika
Penulisan
Karena sistematika penulisan merupakan hal
yang penting untuk mempermudah pembahasan maka penulis mengunakannya untuk
menyatakan garis-garis besar dari masing-masing pembahasan sehingga dapat
meminimalisir terjadinya kekeliruan. Adapun sistematika penulisan penelitian
ini adalah sebagai berikut :
Bab
pertama pendahuluan, berisi tentang latar belakang masalah, pokok masalah,
tujuan, manfaat dan signifikasi, telaah pustaka, metode penelitian, serta
sistematika penulisan.
Bab
kedua, sebagai landasan teori yang akan membahas tentang asal usal horok – horok sebagai cirikhas makanan jepara.
Bab
ketiga, akan memaparkan tentang tinjauan nilai historis dan pengaruh penguatan
mempertahankan kecirikhas dimasyarakat jepara.
Bab
keempat, merupakan analisis data tentang tinjauan nilai historis dan pengaruh
penguatan mempertahankan kecirikhas dimasyarakat jepara.
Bab kelima, merupakan penutup yang berisi
tentang kesimpulan, kritik dan saran serta kata penutup.
DAFTAR PUSTAKA
Bambang haryona DKK, Potensi dan Pemanfaatan
sagu, Kanisius, Yogyakarta, 1997
Bambang haryona DKK. 1989. Analisa
Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Liberty.Yogyakarta.
http://www. Digilib.petra.ac.id
Husein Umar, Metode penelitian untuk
skripsi dan tesis bisnis. (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. 2011)
KBBI
EDISI KETIGA, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, Balai
Pustaka, 2007.”
M. Zainuddin
dan Masyhuri. Metodologi penelitian (pendekatan praktif dan aplikatif).
(Bandung : PT. Refika aditama. 2008)
Nazir
Moh., Metode Penelitian. (Bogor : Ghalia Indonesia. 2011)
Rianto
Adi. Metodologi penelitian sosial dan hukum. (Jakarta : Granit. 2004)
Saifuddin
Azwar, metode penelitian, (Yogjakarta : pustaka pelajar. 2011)
Sugiyono,
Metode penelitian bisnis (pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D),
(Bandung : Alfabeta. 2010)
Suntoro
Sucipto, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. (Surakarta : Bringin 55)
Surahmat
Winarno, Dasar dan Tehnik Research : Pengantar Metode Ilmiah, (Bandung :
Tasiro, 1970)
Suyanti Satuhu dan Sunarmani. 2002. Membuat
Aneka Dodol Buah. Penebar Swadaya. Jakarta.
Stefan
Titscher, Michael Mayer, Dkk, Metode Analisis Teks Dan Wawancara,
Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2009.
[1]Makan
adalah kebutuhan pokok manusia. Setiap hari kita harus makan supaya kita
mempunyai energi untuk beraktivitas. Idelnya menurut teori, manusia perlu makan
3 kali sehari untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Bila sebelumnya makan berarti
harus mengkonsumsi nasi, maka seiring dengan perubahan gaya hidup,
manusia tidak hanya mengkonsumsi nasi selama makan. Nasi sebagai sumber
karbohidrat yang mensuplai prosentase terbesar untuk energi bisa digantikan
dengan sumber karbohidrat yang lain. Seperti kentang, roti gandum, cereal, dll.
http : // www. carapedia. Com / pengertian _ definisi
_ makan _ info218. html. Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan,
dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Cairan dipakai
untuk maksud ini sering disebut minuman, tetapi kata 'makanan' juga bisa
dipakai. Istilah ini kadang-kadang dipakai dengan kiasan, seperti "makanan
untuk pemikiran". Makanan yang dibutuh manusia biasanya dibuat melalui
bertani atau berkebun yang meliputi sumber hewan dan tumbuhan. Beberapa orang
menolak untuk memakan makanan dari hewan seperti, daging, telur dan lain-lain.
Mereka yang tidak suka memakan daging dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu
orang yang hanya memakan sayuran sebagai makanan pokok mereka. http : // www. indoforum. Org / showthread. php? t
= 38972
[2]Kuliner
adalah kegiatan yang dilakukan banyak orang dalam bidang kebutuhan makanan,
untuk hiburan. Sensai LIDAH tak dapat ditipu dengan rasa nikmat dan lezat.
Kemauan lidah berbeda dengan hasrat akan rasa lapar. Kalau rasa lapar
dapat dipenuhi dengan makanan yang umum nasi dan sayur serta lauk. http://www.makankhas-jogja.blogspot.com/2011/05/pengertian-kuliner.html Kuliner adalah suatu bagian hidup yang erat kaitannya
dengan konsumsi makanan sehari-hari. Kuliner merupakan sebuah gaya hidup yang tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Karena
setiap orang memerlukan makanan yang sangat dibutuhkan sehari-hari. Mulai dari
makanan yang sederhana hingga makanan yang berkelas tinggi dan mewah. Semua
itu, membutuhkan pengolahan yang serba enak. http://www.food-and-kuliner.blogspot.com/2009/12/kuliner-dan-pengertian.html. Khas adalah
definisi khas khas a khusus; teristimewa: setiap daerah memiliki kesenian yang
tidak dimiliki daerah lain; meng·khas·kan : mengkhususkan; mengistimewakan;
ke·khas·an adalah hal (sifat) khusus yg
tidak dimiliki oleh yg lain; kekhususan: berbagai ~ daerah itu telah mampu
menarik wisatawan. http://istilahkata.com/khas.html. Jadi definisi kuliner khas adalah suatu bagian hidup yang erat kaitannya dengan konsumsi
makanan sehari-hari yg tidak dimiliki daerah lain. Jadi
definisi kuliner khas adalah suatu bagian hidup yang erat kaitannya dengan konsumsi
makanan sehari-hari yg tidak dimiliki daerah lain.
[4]Moto adalah bahasa
jawa mempunyai arti mata penglihatan, bahkan ada juga menyebut sebagai
penyedap rasa. Dan belong mempunyai arti melototkan mata atau membesarkan mata.
Dalam
berbagai pendapat bahwa arti moto belok sebagai makanan yang saat dimakan
menjadikan mata kita melotot.
[5]Aren adalah
pohon jenis palem yang umbut batangnya mengandung sagu yang dapat dimakan,
ijuknya untuk atap rumah, dsb. Niranya disadap untuk gula, enau; kabung;
arengan pimata.”Kbbi Edisi Ketiga, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional,
Jakarta, Balai Pustaka, 2007.”
[6]Haryanto,bambang,
Potensi dan Pemanfaatan sagu, Kanisius, Yogyakarta, 1997, hlm 17
[7]Maknan ringan
disini adalah cemilan sehari hari atau jajanan masyarat menengah kebawah.
Makanan ringan bagi pembelinya.
[8]Es
degan disini adalah es kelapa muda Definisi
'kelapa'tumbuhan palem yg berbatang tinggi, buahnya tertutup sabut dan
tempurung yg keras, di dalamnya terdapat daging yg mengandung santan dan air,
merupakan tumbuhan serba guna; Cocos nucifera; http://www.artikata.com/arti-333721-kelapa.html
[9]Masyhuri dan M.
zainuddin. Metodologi penelitian (pendekatan praktif dan aplikatif).
(Bandung : PT. Refika aditama. 2008), hlm. 13
[10]Hermeneutika
adalah kata yang sering didengar dalam bidang teologi, filsafat, bahkan sastra.
Dalam Webster’s
Third New Internasional Dictionary dijelaskan bahwa hermeneutika
adalah studi tentang prinsip-prinsip metodelogis interpretasi dan eksplanasi.
Pada dasarnya hermeneutika adalah landasan filosofi dan merupakan juga
modus analisis data. Sebagaimana filosofi pada pemahaman manusia, hal itu
menyediakan landasan filosofi untuk interpretativisme. Sebagai modus analisis
hal itu berkaitan dengan pengertian data tekstual. Hermeneutika terutama
berkaitan dengan pemaknaan suatu analog teks, seperti yang didefinisikan Palmer
dalam salah satu definisi hermenutika modernnya. Pertanyaan dasar apa teks
itu?, teks seperti apa yang dipahami hermeneutika?. http: //
www.elqorni.wordpress.com/2009/10/09/metodologi-penelitian-kualitatif-dan-hermeneutika/
[11]Stefan
Titscher, Michael Mayer, Dkk, Metode Analisis Teks Dan Wawancara,
Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2009, hlm 326
[12]Stefan
Titscher, Michael Mayer, Dkk, Metode Analisis Teks Dan Wawancara,
Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2009, hlm 208
[13]Sucipto
suntoro, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. (Surakarta : Bringin 55),
hlm. 253
[14]Moh. Nazir, Metode
Penelitian. (Bogor : Ghalia Indonesia. 2011), hlm. 174
[15]Husein Umar, Metode
penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. (Jakarta : PT RajaGrafindo
Persada. 2011), hlm. 51
[16] Rianto adi. Metodologi
penelitian sosial dan hukum. (Jakarta : Granit. 2004) , hlm. 72
[17]Sugiyono, Metode
penelitian bisnis (pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D),
(Bandung : Alfabeta. 2010), hlm. 427
[18]Winarno
Surahmat, Dasar dan Tehnik Research : Pengantar Metode Ilmiah, (Bandung
: Tasiro, 1970), hlm. 131
[19]Saifuddin
Azwar, metode penelitian, (Yogjakarta : pustaka pelajar. 2011), hlm :
126
Tidak ada komentar:
Posting Komentar