Sabtu, 01 Juni 2013

MEMAKNAI HOROK - HOROK

PROPOSAL PENELITIAN

MEMAKNAI HOROK - HOROK
Tinjauan Nilai Historis Dan Pengaruh Penguatan
Mempertahankan Ciri Khas Dimasyarakat Jepara

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Metode Penelitian
Dosen Pengampu : Kholil Lur Rochman, S.Ag, M.S.I.


 










Disusun oleh: 
Nama                           : Muhammad Nurohim
NIM                            : 3201130
Fakultas                       : Dakwah 
Semester                      : 3
 


INSTITUT ISLAM NAHDLATUL ULAMA
JEPARA


MEMAKNAI HOROK - HOROK
Tinjauan Nilai Historis Dan Pengaruh Penguatan Mempertahankan Ciri Khas Dimasyarakat Jepara

Oleh : Muhammad Nurohim


A.    Latar Belakang Masalah

       Beragam makanan[1] yang ada di negeri indonesia ini sangat beraneka sesuai dengan daerah, bahkan masing - masing daerah mempunyai beragam jenis makanan. Begitu halnya daerah – daerah di Provinsi Jawa Tengah, khususnya membahas tentang keaneka ragaman makanan khas Kabupaten Jepara.
       Kabupaten Jepara, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di timur, serta Kabupaten Demak di selatan. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yang berada di Laut Jawa. Provinsi jawa tengah yang beribukota semarang memiliki banyak sekali kuliner khas yang nikmat, kita pasti tau lumpia di Semarang dan masih banyak lagi. Kini giliran saya coba hadirkan kuliner khas dari Jepara[2]. Banyak sajian kuliner Jepara yang sangat dipengaruhi oleh budaya Jawa yang gemar menyantap makanan yang mengandung santan, dan bahkan masih banyak makanan khas Jepara lainnya.
        Berikut ini beberapa makanan khas Jepara, horok-horok adalah makanan yang sangat langka dan hanya ditemukan di jepara ini dibuat dengan bahan baku sagu. dengan cara pembuatan yang cukup aneh yaitu menggunakan sisir rambut. bentuknya seperti busa sterofom yang kenyal dengan rasa sedikit asin. biasanya dimakan sebagai campuran bakso, gado-gado, ataupun lainnya. Horok-Horok Janganan adalah Horok-horok diberi sayur-sayuran seperti: Daun Bayam, Toge, Kacang Panjang, bong (bambu muda), danh lain lain, lalu di beri sambal kacang. Horok-Horok Cecek adalah Horok-horok  yang dimakan dengan lauk cecek (Seperti Sate Kulit).
        Pindang Serani adalah Pindang Serani ada di daerah Mayong. Rondo Royal[3] (Monyos) adalah tape goreng yang dibungkus tepung. Klenyem (Lempok) adalah ketela parut goreng isi gula merah. Kenyol (Gantilut) adalah ketela parut dibungkus daun pisang dan tengahnya diisi gula merah, cara masak dikukus. Nogosari adalah tepung dibungkus daun pisang dan tengahnya diisi buah pisang masak, cara masak dikukus.
        Dan juga memiliki lainya seperti Moto Belong[4] adalah ketela parut dibungkus daun pisang dan tengahnya diisi buah pisang masak, cara masak dikukus, dan disajikan dengan cara dipotong-potong agak miring menyerupai bola mata dan dimakan dengan kelapa yang diparut dicampur sedikit gula. Poci adalah tepung dari ketan yang dibungkus daun pisang dan dibentuk kerucut diisi campuran kelapa parut dan gula merah. Kuluban adalah urap-urap dengan nangka muda, kacang panjang dan daun mudanya, tauge mentah, dan buah petai, disajikan mentahan. Pecel Ikan Laut Panggang adalah ikan laut bakar dengan bumbu sambal santan kelapa. Bontosan adalah adonan krupuk ikan tenggiri dalam bentuk gelondongan dan sudah dikukus. Sate Udang dan Sate Kerbau. Terasi Jepara. Kacang Oven, Kacang Jepara adalah Kacang tanah yang masih ada kulitnya alias belum di kupas kulitnya, di sangrai dengan pasir putih sampai warna kulit kacang menjadi kehitaman, Durian Petruk (Durio Zybethinus Kultivar Petruk), Jeruk Jepara (Limnocitrus Littoralis (miq) Swingle). Gereh Iwak Teri adalah Ikan teri yang dijadikan semacam ikan asin, kebanyakan dari pulau karimunjawa. Latuh/Lato adalah sejenis rumput laut, enak dimakan dalam keadaan segar, dan konon bisa menyembuhkan radang tenggorok, amandel. Tempong (blenyik) adalah ikan teri mentah yang dikeringkan, bentuknya seperti bakwan. Sutet adalah Susu Telor Tegangan Tinggi.
        Salah satu kuliner Jepara yang paling khas adalah horok-horok, Saat ini horok-horok sudah semakin jarang ditemukan karena sulitnya memperoleh bahan baku yang terbuat dari tepung sagu pohon aren[5]. Para pengrajin Tepung aren ini banyak diproduksi di Kecamatan Kedung Jepara. Kadang untuk mendatangkan batang aren, para perajin horok-horok mencari bahan baku hingga keluar daerah sampai berburu ke luar daerah seperti Blora, Pati, hingga Rembang dengan diangkut mobil truk. Tepung aren didapatkan melalui proses penggilingan. Setelah tepung basah diperoleh, kemudian dijemur agar kering.

Dalam bahasa sehari-hari pemakaian istilah”tepung” dan “aci” kadang-kadang dikacaukanatau tidak dibedakan. Karena itu dalam buku ini diberikan batasan pada kedua istilah tersebut. “Tepung”(flour) adalah bubuk yang berasal dari biji-bijian yang dihancurkan atau digiling sampai halus, sepi tepung terigu berasal dari biji gandum,tepung beras dari biji padi dan sebagainya. Sedangkan yang disebut “aci” adalah suatu bentuk bubuk yang di hasilkan dengan mengekstrasi pati dari umbi atau empulur batang, seperti aci umbi kayu atau tapioka, aci garut dari umbi garut, aci sagu dari batang sagu dan sebagainya. Untuk mendapatkan aci harus menggunakan media air, supaya pati terlepas dari serat dan karena menggunakan air dalam memperoleh aci sagu maka komponen-komponen lain yang dapat larut dalam air akan hilang[6].


       Horok-horok jenis makanan ringan[7], horok-horok makanan yang tergolong langka, di karenakan horok-horok umumnya hanya ditemukan di Jepara, Sulit bahkan tidak dapat ditemukan didaerah lain di luar Jepara. Horok-horok makanan yang unik, bukan hanya karena rasanya tetapi juga karena cara membuatnya yang menggunakan sisir rambut, dan bentuknya menjadi mirip dengan gabus atau sterofom yang kenyal dan sedikit asin. Membuatnya secara garis besar dari tepung aren setelah tepung aren dibersihkan, kemudian dikukus beberapa waktu hingga matang. Setelah didinginkan, jadilah horok-horok dengan tekstur yang kenyal dan terasa asin.
       Cara menyantap horok-horok biasanya dimakan bersama bakso, soto, gulai, gado-gado, pecel (sayur pecel), cecek (sate kulit) dan sate kikil. Selain dengan cara tersebut horok-horok bisa juga disantap bersama bubur atau es degan[8]. Walaupun horok-horok termasuk makanan yang langka, kita akan dengan mudah menemukannya saat ramadhan, ini karena horok-horok jadi salah satu takjil atau makanan berbuka sebagai teman minum berbuka puasa. jadi waktu yang tepat untuk menemukan makanan ini adalah saat bulan ramadhan dan juga diwarung makan yang menjual bakso, soto, gulai, gado-gado, pecel (sayur pecel), sate cecek (sate kulit) dan sate kikil, yang  hanya bisa temukan di jepara dan sekitarnya.
B.    Pokok Masalah
     Dari deskripsi pada latar belakang diatas, penulis mempunyai gambaran masyarakat Jepara harus memahami bagaimana cara untuk mempertahankan makanan khas dan keunikan tersebut, maka timbul pertanyaan bagaimana caranya pembuatannya yang unik tersebut ? dan bagaimana awal munculnya kenapa hanya dijepara saja ? nilai historis apa yang terkadung dalam makna bentuknya horok-horok dan kenapa penamaannya horok-horok ?
C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.    Tujuan
            Bedasarkan pokok masalah diatas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai oleh penulis adalah :
a.    Untuk mengetahui keunikan pembuatannya benarkah dengan sisir rambut dan juga proses membuatnya .
b.    Untuk mengetahui sejarah awal horok-horok dan perkembangannya.

2.    Manfaat
            Dari penelitian yang akan dilaksanakan akan dapat diperoleh beberapa manfaat baik secara praktis maupun teoritis. Adapun uraiannya adalah sebagai berikut :
a.       Secara praktis
Secara praktis penelitian ini bermanfaat sebagai bahan masukan kepada masyarakat bahwasanya keciri khasan jangan sampai luntur dan hilang, bahkan sampai diakui oleh orang lain, daerah lain dan bahkan Negara lain.
b.      Secara teoritis
Secara teoritis penelitian ini bermanfaat sebagai penambah wawasan karena dengan adanya penelitian ini penulis dapat mengetahui tentang horok-horok dan bagaimana awal munculnya kenapa hanya dijepara saja. Disamping itu dengan adanya penelitian ini dapat menambah kepustakaan terutama tentang makanan khas jepara.
D.    Tinjauan Pustaka
                         Dari hasil survai di google suada ada beberapa penelitian dan artikel tentang makanan khas, secara umum penelitian tentang makanan khas horok-horok belum dilakukan. Sedangkan tentang makanan khas sebelunya suda ada diantaranya adalah pertama : Studi Pengembangan Resep Baku Ayam Bakar Taliwang (Makanan Khas Lombok) dalm penelitian ini secara garis besar menjelaskan keaneka ragaman masakan dan makanan khas lombok yang di titiberatkan kepada Ayam bakar didaerah Taliwang. (http://www.Karya-ilmiah.um.ac.id/index.php /TIndustri /article/view/8630). Kedua : skripsi yang berjudul, Sikap Pemimpin Bisnis Makanan Khas Jawa Timur Terhadap Eksternal Perusahaa, dari (http://www. Digilib.petra.ac.id). hasil penelitian ini metitiberatkan tentang bagaimana menjadi pemimpin untuk mempertahankan makana khas jawa timur.

  Ketiga, Studi :Mengunyah Lebih Banyak Dapat Menurunkan Asupan Kalori, (http://www.konsumtif.blogspot.com/2011/08/studi-mengunyah-lebih-banyak-dapat.html). Dalam penelitian ini menyajikan tentang kesehatan dalam memakan makanan yang sehat, dijelaskan juga bahwa makanan yang sehat terdapat di makanan khas daerah.  

              Dan begitu juga masih banya tulisan artikel tentang horok-horok antara lain yaitu :
-          Horok-horok si asin kenyal khas Jepara, Posted November 9, 2011 oheh KadiG.
-          Horok-horok, Adon-adon Coro Kuliner Khas Jepara, Published Date, Written oleh Super User Hits: 67.
-          Horok-horok Makanan Khas Jepara Dari Wikipedia bahasa Indonesia.
       Dari beberapa penelitian yang telah ada, belum ada satu pun penelitian yang meneliti tentang memaknai horok-horok tinjauan nilai historis dan pengaruh penguatan mempertahankan cirri khas dimasyarakat jepara. Oleh karena itu penulis memilih hal itu untuk diteliti.
E.     Metode Penelitian  
  Sebelum kita mengetahui tentang metode yang digunakan oleh peneliti, alangkah baiknya jika kita mengetahui apa itu metode penelitian. Metode penelitian adalah suatu cara yang dilakuakan secara runtut dalam melakukan penelitian, yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian itu dilakukan.
1.      Jenis  Penelitian
   Seperti yang diterangkan diatas bahwa metode penelitian adalah suatu cara yang runtut yang dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Secara umum jenis penelitian ada tiga yaitu kualitatif, kuantitatif, kualitatif naturalistic, hermeneutika dan semiotik.
Penelitian kuantitafif adalah penelitian yang tidak mementingkan kedalaman data, penelitian kuantitatif tidak terlalu menitikberatkan pada kedalaman data, yang penting dapat merekam data sebanyak-banyaknya dari populasi yang luas. Walaupun populasi penelitian besar, tetapi dengan mudah dapat dinalisis, baik melalui rumus-rumus statistik maupun komputer. Jadi pemecahan masalahnya didominasi oleh peran statistik. Sedangkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang pemecahan masalahnya dengan menggunakan data empiris[9].

   Sedangkan penelitian kualitatif naturalistik adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan cara memadukan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan cara memadukan antara data lapangan dengan orasi buku atau pemikiran. Adapun penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian kuantitatif.
Selain dengan tiga cara penelitian diatas tersebut, peneliti juga menerapkan dangan cara Hermeneutika[10].
Dari hermeneutika, metode ini meminjam gagasan bahwa semua pemahaman itu dikondisianalkan oleh pengetahuan sebelumnya yang dimiliki interpreter dan bahwa pemahaman itu diperlias melalui interprestasi dan, dengan demikian, menciptakan kondisi-kondisi baru bagi pemahaman (lingkaran hermeneutic). Apabola dilihat dengan cara seperti ini, kita bias memandang prosedur analitis berangkai sebagai sebuah kasus khusus dalam lingkaran hermeneutic[11].

       Dan metode lain yang peneliti terrapkn yaitu semiotic ”semiotic memandang bahasahanya sebagai salah satu dari banyak kemungkinan system tanda yang memiliki kompleksitas, aplikabilitas danstandar yang berbeda-beda”[12].

2.         Lokasi dan objek
Lokasi yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian adalah di desa menganti, bugel, jondang, wanusobo, sowan lor, nama desa tersebut terdapat dikecamatan kedung kabupaten Jepara. Kecamatan kedung merupakan daerah pesisir utara perbatasan dengan kabupaten Demak.  
Perjalanan yang ditempuh peneliti dari domisili peneliti sampai lokasi berkisar antara 2 - 5 km. Perjalanan dilakukan peneliti dengan menggunakan sepada montor.
Penelitian yang akan dilakukan ini lebih menitik beratkan penelitianan kepada pengrajin sagu aren, para pembuat horok-horok dan tokoh masyarakat.
3.         Metode Pengumpulan Data
Sebelum kita tahu tentang metode yang digunakan oleh penulis dalam melakukan penelitian, tentunya kita harus terlebih dahulu tahu apa itu metode pengumpulan data. Menurut kamus bahasa Indonesia Metode adalah cara yang telah diatur dan berpikir baik-baik untuk mencapai sesuatu maksud dalam ilmu pengetahuan dan sebagainya[13]. Sedangkan pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan[14]. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode pengumpulan data adalah suatu cara yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang dilakukan. Dalam hal ini penulis mengunakan 2 (dua) cara, yaitu observasi dan interview.
a.         Observasi
Teknik ini menuntut adanya pengamatan dari si peneliti baik secara langsung atau tidak langsung terhadap objek penelitiannya. Instrumen yang dipakai dapat berupa lembar pengamatan, panduan pengamatan, dan lainnya[15]. Observasi ini akan dilakukan oleh peneliti pada :
1)   Minggu ke 3 bulan November 2012
Pada kesempatan ini peneliti akan menemui warga desa menganti yang umurnya sudah tua untuk mengetahui cara membuat horok – horok dan sejarahnya.
2)      Minggu ke 1 bulan desember 2012
Pada kesempatan ini peneliti akan menemui keluarga bu ninik desa sowan lor untuk mengetahui informasi terkait dengan sejarah asal usul dan nama horok-horok.
3)      Minggu ke 2 bulan desember 2012
Pada kesempatan ini peneliti akan menemui pak karjo warga desa bugel, pengrajin dan pencari terpung sagu pohon aren. Bahan baku utama pembuat horok – horok.
4)      Minggu ke 3 bulan desember 2012
Pada kesempatan ini peneliti akan menemui keluarga pak tarmo warga desa wanusobo untuk mengetahui bagai mana cara mempertahankan tradisi pembuatan horok – horok.
5)      Minggu ke 4 bulan desember 2012
Pada kesempatan ini peneliti akan menemui bu tariyem menanyakan tentang keuknikan dan asal mula horok-horok di Jepara.
b.      Interview
            Interview atau wawancara merupakan salah satu pengumpulan data dengan jalan komunikasi, yakni dengan kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data (pewawancara) dengan sumber data (responden). Komunikasi tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung[16]
4.         Metode Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain[17]. Metode analisis data yang digunakan oleh penulis dalam melakukan penelitian adalah menggunakan metode analisis data deskriptif, Hermeneutika, semeotika. Metode deskriptif adalah sebuah metode yang mendeskripsikan dan menafsirkan data yang ada[18]. Metode ini bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesis[19]. Hermeunitika adalah
F.     Sistematika Penulisan
    Karena sistematika penulisan merupakan hal yang penting untuk mempermudah pembahasan maka penulis mengunakannya untuk menyatakan garis-garis besar dari masing-masing pembahasan sehingga dapat meminimalisir terjadinya kekeliruan. Adapun sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut :
Bab pertama pendahuluan, berisi tentang latar belakang masalah, pokok masalah, tujuan, manfaat dan signifikasi, telaah pustaka, metode penelitian, serta sistematika penulisan.
Bab kedua, sebagai landasan teori yang akan membahas tentang asal usal horok – horok sebagai cirikhas makanan jepara.
Bab ketiga, akan memaparkan tentang tinjauan nilai historis dan pengaruh penguatan mempertahankan kecirikhas dimasyarakat jepara.
Bab keempat, merupakan analisis data tentang tinjauan nilai historis dan pengaruh penguatan mempertahankan kecirikhas dimasyarakat jepara.
 Bab kelima, merupakan penutup yang berisi tentang kesimpulan, kritik dan saran serta kata penutup.
























DAFTAR PUSTAKA
Bambang haryona DKK, Potensi dan Pemanfaatan sagu, Kanisius, Yogyakarta, 1997
Bambang haryona DKK. 1989. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Liberty.Yogyakarta.
http://www. Digilib.petra.ac.id
 Husein Umar, Metode penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. 2011)
KBBI EDISI KETIGA, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, Balai Pustaka, 2007.”
M. Zainuddin dan Masyhuri. Metodologi penelitian (pendekatan praktif dan aplikatif). (Bandung : PT. Refika aditama. 2008)
Nazir Moh., Metode Penelitian. (Bogor : Ghalia Indonesia. 2011)
Rianto Adi. Metodologi penelitian sosial dan hukum. (Jakarta : Granit. 2004)
Saifuddin Azwar, metode penelitian, (Yogjakarta : pustaka pelajar. 2011)
Sugiyono, Metode penelitian bisnis (pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D), (Bandung : Alfabeta. 2010)
Suntoro Sucipto, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. (Surakarta : Bringin 55)
Surahmat Winarno, Dasar dan Tehnik Research : Pengantar Metode Ilmiah, (Bandung : Tasiro, 1970)
Suyanti Satuhu dan Sunarmani. 2002. Membuat Aneka Dodol Buah. Penebar Swadaya. Jakarta.
Stefan Titscher, Michael Mayer, Dkk, Metode Analisis Teks Dan Wawancara, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2009.





                [1]Makan adalah kebutuhan pokok manusia. Setiap hari kita harus makan supaya kita mempunyai energi untuk beraktivitas. Idelnya menurut teori, manusia perlu makan 3 kali sehari untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Bila sebelumnya makan berarti harus mengkonsumsi nasi, maka seiring dengan perubahan gaya hidup,  manusia tidak hanya mengkonsumsi nasi selama makan. Nasi sebagai sumber karbohidrat yang mensuplai prosentase terbesar untuk energi bisa digantikan dengan sumber karbohidrat yang lain. Seperti kentang, roti gandum, cereal, dll. http : // www. carapedia. Com / pengertian _ definisi _ makan _ info218. html. Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Cairan dipakai untuk maksud ini sering disebut minuman, tetapi kata 'makanan' juga bisa dipakai. Istilah ini kadang-kadang dipakai dengan kiasan, seperti "makanan untuk pemikiran". Makanan yang dibutuh manusia biasanya dibuat melalui bertani atau berkebun yang meliputi sumber hewan dan tumbuhan. Beberapa orang menolak untuk memakan makanan dari hewan seperti, daging, telur dan lain-lain. Mereka yang tidak suka memakan daging dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu orang yang hanya memakan sayuran sebagai makanan pokok mereka. http : // www. indoforum. Org / showthread. php? t = 38972

   [2]Kuliner adalah kegiatan yang dilakukan banyak orang dalam bidang kebutuhan makanan, untuk hiburan. Sensai LIDAH tak dapat ditipu dengan rasa nikmat dan lezat. Kemauan lidah  berbeda dengan hasrat akan rasa lapar. Kalau rasa lapar dapat dipenuhi dengan makanan yang umum  nasi dan sayur serta lauk. http://www.makankhas-jogja.blogspot.com/2011/05/pengertian-kuliner.html Kuliner adalah suatu bagian hidup yang erat kaitannya dengan konsumsi makanan sehari-hari.  Kuliner merupakan sebuah gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Karena setiap orang memerlukan makanan yang sangat dibutuhkan sehari-hari. Mulai dari makanan yang sederhana hingga makanan yang berkelas tinggi dan mewah. Semua itu, membutuhkan pengolahan yang serba enak. http://www.food-and-kuliner.blogspot.com/2009/12/kuliner-dan-pengertian.html. Khas adalah definisi khas khas a khusus; teristimewa: setiap daerah memiliki kesenian yang tidak dimiliki daerah lain; meng·khas·kan : mengkhususkan; mengistimewakan; ke·khas·an adalah  hal (sifat) khusus yg tidak dimiliki oleh yg lain; kekhususan: berbagai ~ daerah itu telah mampu menarik wisatawan. http://istilahkata.com/khas.html. Jadi  definisi kuliner khas adalah suatu bagian hidup yang erat kaitannya dengan konsumsi makanan sehari-hari yg tidak dimiliki daerah lain. Jadi  definisi kuliner khas adalah suatu bagian hidup yang erat kaitannya dengan konsumsi makanan sehari-hari yg tidak dimiliki daerah lain.
                3Rodo istilah jawa yang artinya janda, dan royal diartikan main uang demi wanita. Jadi maksud rondo royal disini adalah makanan yang menjakan seseorang untuk membelinya dan menginkanya selalu.
                [4]Moto adalah bahasa jawa mempunyai arti mata penglihatan, bahkan ada juga menyebut sebagai penyedap rasa. Dan belong mempunyai arti melototkan mata atau membesarkan mata. Dalam berbagai pendapat bahwa arti moto belok sebagai makanan yang saat dimakan menjadikan mata kita melotot.
                             


[5]Aren adalah pohon jenis palem yang umbut batangnya mengandung sagu yang dapat dimakan, ijuknya untuk atap rumah, dsb. Niranya disadap untuk gula, enau; kabung; arengan pimata.”Kbbi Edisi Ketiga, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, Balai Pustaka, 2007.”
[6]Haryanto,bambang, Potensi dan Pemanfaatan sagu, Kanisius, Yogyakarta, 1997, hlm 17
[7]Maknan ringan disini adalah cemilan sehari hari atau jajanan masyarat menengah kebawah. Makanan ringan bagi pembelinya.
[8]Es degan disini adalah es kelapa muda Definisi 'kelapa'tumbuhan palem yg berbatang tinggi, buahnya tertutup sabut dan tempurung yg keras, di dalamnya terdapat daging yg mengandung santan dan air, merupakan tumbuhan serba guna; Cocos nucifera; http://www.artikata.com/arti-333721-kelapa.html

[9]Masyhuri dan M. zainuddin. Metodologi penelitian (pendekatan praktif dan aplikatif). (Bandung : PT. Refika aditama. 2008), hlm. 13
[10]Hermeneutika adalah kata yang sering didengar dalam bidang teologi, filsafat, bahkan sastra. Dalam Webster’s Third New Internasional Dictionary dijelaskan bahwa hermeneutika adalah studi tentang prinsip-prinsip metodelogis interpretasi dan eksplanasi. Pada dasarnya hermeneutika adalah landasan filosofi dan merupakan juga modus  analisis data. Sebagaimana filosofi pada pemahaman manusia, hal itu menyediakan landasan filosofi untuk interpretativisme. Sebagai modus analisis hal itu berkaitan dengan pengertian data tekstual. Hermeneutika terutama berkaitan dengan pemaknaan suatu analog teks, seperti yang didefinisikan Palmer dalam salah satu definisi hermenutika modernnya. Pertanyaan dasar apa teks itu?, teks seperti apa yang dipahami hermeneutika?. http: // www.elqorni.wordpress.com/2009/10/09/metodologi-penelitian-kualitatif-dan-hermeneutika/
[11]Stefan Titscher, Michael Mayer, Dkk, Metode Analisis Teks Dan Wawancara, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2009, hlm 326
[12]Stefan Titscher, Michael Mayer, Dkk, Metode Analisis Teks Dan Wawancara, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2009, hlm 208
[13]Sucipto suntoro, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. (Surakarta : Bringin 55),
               hlm. 253
[14]Moh. Nazir, Metode Penelitian. (Bogor : Ghalia Indonesia. 2011), hlm. 174
[15]Husein Umar, Metode penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. 2011), hlm. 51
[16] Rianto adi. Metodologi penelitian sosial dan hukum. (Jakarta : Granit. 2004) , hlm. 72
[17]Sugiyono, Metode penelitian bisnis (pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D), (Bandung : Alfabeta. 2010), hlm. 427
[18]Winarno Surahmat, Dasar dan Tehnik Research : Pengantar Metode Ilmiah, (Bandung : Tasiro, 1970), hlm. 131
[19]Saifuddin Azwar, metode penelitian, (Yogjakarta : pustaka pelajar. 2011), hlm : 126

Tidak ada komentar:

Posting Komentar